tata dan cita-citanya
haii semua kenalin saya Callysta Mutya Nathania, disini saya akan menceritakan tentang cita cita saya di masalalu. dulu saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar, saya memiliki banyak sekali cita cita, saya ingin menjadi perawat, menjadi seorang pramugari, menjadi seorang arsitek, dan menjadi seorang pengusaha sukse. kemudian saat kelas 6 saya membulatkan bahwa saya ingin sekali menjadi seorang perawat dengan setelah lulus SMP melanjutkan ke SMKN 2 Malang, tetapi saat saya menduduki kelas 2 SMP ada suatu dan lain hal yang membuat orang tua saya tidak memperbolehkan hal itu dan saya membuang jauh² harapan saya menjadi seorang perawat, kemudian saya dapat banyak masukan dari keluarga dan saudara saudara saya, ada yang menyarankan untuk masuk ke SMKN 2 Malang dengan jurusan ULW (Pariwisata), ada juga yang menyarankan masuk ke SMKN 12 Malang dengan jurusan AKL (Akuntansi), dan ada juga yang menyarankan untuk masuk ke SMKN 8 malang dengan jurusan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak). kemudian saya memiliki keinginan setelah lulus SMP untuk melanjutkan ke SMKN 1 Malang dengan mengambil jurusan Akuntansi. tetapi setelah saya baru saja naik ke kelas 9 saya berubah pikiran untuk setelah lulus SMP saya melanjutkan ke SMKN 1 Singosari atau SMKN 6 Malang dengan mengambil jurusan DPIB (Desain Permodelan Informasi dan Bangunan). saat pendaftaran di mulai saya ragu untuk mendaftar di SMKN 1 Singosari karena nilai saya yang kurang memuaskan.
sekarang saya duduk di bangku kelas 10 di SMKN 6 Malang dengan jurusan DPIB (Desain Permodelan Informasi dan Bangunan). rasanya, baru kemarin saya lulus dari SMP, dan kini saya sudah berada di lingkungan baru yang jauh lebih menantang. memilih jurusan ini bukan tanpa alasan, sebab sejak kecil saya sudah memiliki mimpi besar saya ingin menjadi seorang arsitek. saya percaya, lewat jurusan ini saya bisa belajar banyak hal tentang dasar-dasar bangunan, menggambar teknik, hingga bagaimana cara merancang sebuah desain yang kelak bisa berdiri kokoh dan bermanfaat bagi banyak orang. selain sibuk dengan pelajaran di kelas, saya juga bergabung dengan organisasi Paskibra di SMKN 6 Malang. Menjadi bagian dari Paskibra bukanlah hal yang mudah. saya harus berlatih disiplin, fisik, dan mental. Ada kalanya saya merasa lelah, tetapi dari Paskibra saya belajar banyak tentang tanggung jawab, kerja sama, dan menghargai waktu. rasanya bangga sekali bisa ikut mengibarkan bendera dan berdiri tegak di lapangan mewakili sekolah. itu adalah pengalaman yang membuatku semakin percaya diri. tidak hanya itu, saya juga menyimpan mimpi besar lainnya. tahun depan, saat saya naik ke kelas 11, saya ingin mendaftarkan diri sebagai Paskibraka Kota. Membayangkan bisa berdiri tegap di lapangan, mengibarkan Sang Saka Merah Putih di depan banyak orang, membuat hatiku bergetar bangga. saya tahu jalan menuju Paskibraka tidak mudah, seleksi yang ketat pasti akan saya lalui, namun saya percaya bahwa dengan latihan yang disiplin dan tekad yang kuat, peluang itu bisa saya raih. saya sadar bahwa masa remaja bukan lagi waktunya untuk bermain-main tanpa arah. saya ingin lebih serius menjalani hidup. bermain memang menyenangkan, tapi saya tahu bahwa cita-cita tidak akan bisa tercapai jika saya terus bersantai santai. oleh karena itu, saya berusaha menyeimbangkan waktu antara belajar, berorganisasi, dan beristirahat. impian menjadi seorang arsitek
selalu menjadi motivasi terbesarku, dan setiap kali aku merasa lelah, aku membayangkan diriku kelak bisa merancang bangunan megah yang bermanfaat bagi banyak orangseiring bertambahnya usia, saya mulai menyadari bahwa saya sudah duduk di bangku SMK dan sudah bukan anak kecil lagi . dulu saya sering menghabiskan waktu untuk bermain tanpa memikirkan masa depan. tapi sekarang, saya tahu bahwa hidup ini harus memiliki tujuan dan saya ingin membanggakan orangtua saya. saya tidak ingin menyia nyiakan waktu hanya dengan hal hal yang tidak bermanfaat. saya ingin lebih serius dalam belajar dan mengasah keterampilan, karena aku sadar, jalan menuju cita-cita tidak akan mudah. menjadi seorang arsitek adalah impian yang sejak lama saya genggam. saya ingin menciptakan karya yang indah dan berguna, bangunan yang tidak hanya kokoh secara fisik, tetapi juga nyaman bagi orang yang menghuninya. saya tahu, untuk mencapai itu semua saya harus bekerja keras mulai dari sekarang. mengikuti jurusan DPIB dan aktif di Paskibra adalah bagian dari proses membentuk diriku menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan.
selalu menjadi motivasi terbesarku, dan setiap kali aku merasa lelah, aku membayangkan diriku kelak bisa merancang bangunan megah yang bermanfaat bagi banyak orangseiring bertambahnya usia, saya mulai menyadari bahwa saya sudah duduk di bangku SMK dan sudah bukan anak kecil lagi . dulu saya sering menghabiskan waktu untuk bermain tanpa memikirkan masa depan. tapi sekarang, saya tahu bahwa hidup ini harus memiliki tujuan dan saya ingin membanggakan orangtua saya. saya tidak ingin menyia nyiakan waktu hanya dengan hal hal yang tidak bermanfaat. saya ingin lebih serius dalam belajar dan mengasah keterampilan, karena aku sadar, jalan menuju cita-cita tidak akan mudah. menjadi seorang arsitek adalah impian yang sejak lama saya genggam. saya ingin menciptakan karya yang indah dan berguna, bangunan yang tidak hanya kokoh secara fisik, tetapi juga nyaman bagi orang yang menghuninya. saya tahu, untuk mencapai itu semua saya harus bekerja keras mulai dari sekarang. mengikuti jurusan DPIB dan aktif di Paskibra adalah bagian dari proses membentuk diriku menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan.
setelah lulus dari SMKN 6 Malang, saya sudah memiliki rencana yang jelas untuk melangkah ke tahap selanjutnya dalam hidup saya. setelah lulus saya tidak ingin langsung kuliah. saya ingin bekerja terlebih dahulu, saya ingin mencari pekerjaan di luar kota agar bisa mandiri sekaligus mengumpulkan uang sendiri untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. dengan begitu, saya tidak akan terlalu membebani orangtua saya yang juga harus mengurus kebutuhan sehari-hari dan masa depan adik saya. keputusan ini mungkin tidak mudah, karena berarti saya harus berpisah sementara dengan keluarga, meninggalkan kota Malang yang penuh kenangan, dan menantang diriku menghadapi dunia kerja yang sebenarnya. saat bekerja nanti, saya ingin belajar banyak hal. bukan hanya soal mencari uang, tapi juga melatih tanggung jawab, kemandirian, dan manajemen waktu. setiap gaji yang saya terima tidak hanya akan saya gunakan untuk menabung biaya kuliah, tapi juga untuk membantu orangtua dan meringankan beban mereka. saya ingin orangtua saya tahu bahwa saya sudah dewasa dan siap ikut berjuang bersama mereka. begitu juga dengan adik saya, saya ingin bisa menjadi contoh yang baik dan membantunya agar tidak merasa kekurangan. ketika tabungan saya sudah cukup, saya akan kembali ke Malang untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Universitas Brawijaya adalah pilihan saya, dengan jurusan Arsitektur yang sudah saya impikan. saya ingin benar-benar mendalami ilmu desain, konstruksi, dan segala hal yang berhubungan dengan dunia arsitektur. perjalanan kuliah tentu tidak akan mudah, tapi saya yakin semangat dan tekad saya akan mengantarkan saya sampai lulus dan mendapat gelar sarjana arsitektur. setelah menyelesaikan pendidikan, saya tidak ingin hanya bekerja pada orang lain. saya memiliki impian besar untuk membangun usaha sendiri. saya ingin membangun usaha berjualan barang² atau makanan dan ingin membuka biro jasa arsitektur, merancang rumah, gedung, atau bahkan proyek-proyek besar yang bermanfaat bagi masyarakat. usaha itu tidak hanya untuk mengejar kesuksesan pribadi, tapi juga untuk membuka lapangan kerja bagi orang lain. saya ingin keberadaan saya bisa memberi manfaat, baik bagi keluarga maupun bagi banyak orang di sekitarku.


Komentar
Posting Komentar